Studi: HIIT, Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Advertisements

 
HIIT atau High-Intensity Interval Training masih menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan pembakaran lemak tubuh. HIIT menghasilkan oksidasi lemak yang lebih besar selama latihan, dan membantu meningkatkan penurunan berat badan dalam waktu yang lebih singkat.

Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Applied Physiology” menunjukkan adanya peningkatan oksidasi lemak selama latihan yang dialami peserta penelitian ketika mereka melakukan program HIIT.
Studi ini meneliti 8 wanita dengan berat badan sehat untuk melakukan 10 latihan eksplosif menggunakan HIIT selama empat menit menggunakan sepeda stasioner, dengan periode istirahat selama dua menit.
Para peneliti menemukan bahwa setelah tujuh latihan HIIT dengan total waktu 60 menit dalam dua minggu, oksidasi lemak pada tubuh para peserta studi meningkat sebesar 36 persen.

Bagaimana HIIT Bekerja?

Biasanya tubuh menggunakan kombinasi karbohidrat dari lemak yang tertimbun untuk digunakan sebagai sumber energi, tergantung tingkat kesulitan latihan yang Anda lakukan. Bila tingkat latihan Anda lebih dari 75 persen dari denyut jantung maksimum, maka jumlah oksigen untuk proses metabolisme lemak menurun, sehingga semua energi yang tersimpan adalah yang berasal dari karbohidrat.
Meningkatnya oksidasi lemak selama latihan ini diperkirakan sebagai hasil dari peningkatan kapasitas kardiovaskuler (dimana jumlah konsumsi oksigen maksimal naik 13%, dan detak jantung lebih rendah selama 30 menit) yang menghasilkan kadar oksigen yang lebih besar membakar lemak selama latihan.

Turunkan Berat Badan dengan HIIT

Wanita yang ikut serta dalam penelitan tersebut melakukan HIIT selama 15-30 menit sebanyak 3-4 hari/minggu dengan total 45-90 menit setiap minggu. HIIT secara langsung mempengaruhi total jumlah energi yang dibakar. Baik itu dari lemak atau karbohidrat yang tersimpan.
Sebuah studi lain dilakukan oleh University of New South Wales di Sidney Austalia untuk membuktikan efektifitas latihan HIIT dalam membakar lemak tubuh. Para peneliti membagi partisipan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk melakukan HIIT selama 20 menit 3 kali seminggu, sedangkan kelompok kedua diminta melakukan latihan kardio biasa 30-40 menit 3 kali seminggu.
Hasilnya, kelompok yang melakukan HIIT berhasil menurunkan lemak 3 kali lebih banyak dan berhasil menghemat waktu latihan hingga 43 persen dari kelompok yang melakukan kardio biasa.

Saatnya Mencoba HIIT

Jika Anda gemar melakukan olahraga lari, sepeda, dan berenang, cobalah kombinasikan latihan tersebut dengan program HIIT. Lakukan gerakan eksplosif, misalnya sprint selama 60 detik kemudian jalan santai 30 detik, dan sprint lagi 60 detik, begitu seterusnya selama 15-30 menit (3 kali setiap minggu).
Latihan ini merupakan latihan intensitas tinggi. Untuk mencapai performa terbaik, tentunya Anda membutuhkan proses berkala, mengingat kemampuan tubuh masing-masing orang berbeda. Lakukan secara bertahap dengan durasi waktu minimal. Kemudian tambahkan sedikit demi sedikit durasi latihan seiring tubuh Anda mulai beradaptasi dengan latihan tersebut.
Selain lebih efisien dan menghemat waktu, penelitian telah membuktikan bahwa program latihan HIIT dapat membantu Anda menurukan berat badan lebih cepat dari latihan biasa. So, tunggu apa lagi? Coba HIIT sekarang dan rasakan hasilnya.

  • Share